Withsmile’s Weblog

December 11, 2008

Bab 32

Filed under: Cerita Pendek — Tags: , — withsmile @ 2:01 am

“Ra, kita ketemu di tempat biasa ya! ada yang mau aku certain.” Aku tertegun membaca pesan di handphone ku, rasa malas menjalar dalam tubuhku, rasa enggan untuk bertemu dengan Sinta pada hari itu. Aku harus membereskan pekerjaanku yang sudah menumpuk ini. Aku mulai mencari-cari alasan agar aku tidak bertemu dengannya, namun aku merasa aku juga harus keluar dari rumitnya pekerjaanku ini. Aku bingung, dan tak tahu harus bagaimana, akhirnya aku memutuskan untuk menemuinya dan berharap ada hal baru yang dapat membuatku tertawa. Jam 18.30 aku sampai di tempat dimana aku janji bertemu dengan shinta, di sebuah café kecil dimana aku senang memilih tempat dekat kaca samping sambil menikmati coffee latte ku. Hari itu hujan deras, dingin, dan sangat tepat untuk menikmati secangkir latte panas favorite dengan cokelat ekstra diatasnya. Shinta sudah menunggu di tempat duduk favorite ku, dia langsung berdiri dan menghampiriku. Matanya sembab sepertinya dia habis menangis, wajah muram dan aku tidak segan untuk menanyakan keadaanya. “Ada apa ta? kok muram banget?”, tiba-tiba air mata mengalir di pipinya yang putih bersih. “Arga selingkuh ra, sekarang aku tahu gimana rasanya jadi kamu waktu kamu dikhianati Ted. Aku nyesel kenapa dulu aku tidak ada disisi kamu waktu kamu ngerasain perasaan yang kayak gini. aku emang bukan sahabat yang baik ra”. “Arga selingkuh ta? kok bisa?”, aku terheran heran mengapa seorang Arga bisa-bisanya mengkhianati Shinta. Shinta seorang yang cantik, pandai, bahkan banyak pria-pria yang rela antri hanya sekedar untuk mendapatkan waktu makan malam bersamanya. “Kok nanyanya kayak gitu? sekarang permasalahnya bukan itu ra”, “jadi apa? dari dulu kan dah aku bilang kalau dia emang brengsek, ta.” aku pun memberi penegasan dan mencoba membuatnya kembali tegar, namun dia tambah menangis meraung-raung. Tak heran jika seluruh mata dalam ruangan café itu pun memandangi kami dengan aneh. “Aku sayang banget ma dia ra, sayang banget. Aku tidak habis pikir kenapa dia bisa mengkhianati aku” Shinta kembali menangis, aku hanya bisa meraih dan memeluknya. Aku rasakan segukkan tangisan yang dalam, begitu dalamnya cinta Shinta ke arga dan yang ia dapat adalah pengkhinatan.

Aku pandangi rintikan hujan di jendela kaca café sambil mendengarkan cerita curhatan shinta, latte ku pun sudah habis ku minum. Aku merasa begitu dingin diluar, namun didalam café kecil ini aku mendapatkan kehangatan yang luar biasa. Ruangan bernuansakan warna cokelat kayu dan kuning membuat ruangan ini begitu hangat ditambah lagi alunan musik jazz membuatku semakin betah berlama-lama disini. “Ra, aku minta maaf kalo selama ini aku tidak ada saat kamu… dengan Ted.. ya, kamu ngerti kan”, Shinta memandangiku dengan tatapan yang menunjukan kalau dia adalah wanita yang sangat kuat. “Ta, aku tidak apa-apa. Itu sudah menjadi masa lalu, pengkhianatan memang sangat menyakitkan tapi kita tidak boleh terus berada dalam hal yang menyakitkan. Aku bisa kayak gini sekarang juga karna kamu juga, aku belajar untuk berdamai dengan diri aku dan memaafkan dia. Kamu juga harus bisa berdamai dengan diri kamu ta!” Akhirnya Shinta tersenyum, dan menghela nafas “waktunya untuk bersenang-senang nih ra..” Senyum centilnya mulai merebak, dan membuatku semakin gemas dengan sahabatku ini.

Sudah lama aku tak mengingat betapa sakitnya kejadian dimana Ted mengkhianatiku, aku pun tak pernah habis pikir mengapa Ted mengkhianatiku. Orang yang selama ini aku percaya dan aku sayangi ternyata memberikanku kepahitan. Aku pun sering bertanya-tanya apakah ia bahagia dengan wanita itu, namun aku sudah tak ingin mengingatnya lagi. Hal itu hanyalah suatu bagian dalam hidupku yang harus aku tanggapi dengan positif, hal itu pula yang membuatku menjadi semakin dewasa dalam menentukan pilihan hidupku. Tiba-tiba alunan musik lagu u’re beatifull dari james blunt pun mengalun di café tersebut, lagu yang pertama kali Ted berikan sebelum kami pacaran dulu. Ku dengarkan secara seksama lagu tersebut, mengingat masa-masa dimana aku dan Ted masih bersama, huff.. jika aku bisa bertemunya mungkin yang ingin aku tanyakan adalah mengapa ia mengkhianatiku. Perasaan sayang ku kepadanya pun sudah mencair dan menguap dengan kebencianku padanya. “Ra?” Shinta membuyarkan lamunanku, “Dah malam, pulang yuk besok kan masuk kerja lagi”. Aku tersenyum dan memastikan bahwa dia sudah merasa baikan setelah bercerita panjang lebar mengenai Arga. Handphone ku pun berbunyi, ku pandangi dan ternyata sms dari seorang teman ku Dika ‘Ra, dah tidur belum? gimana kerjaan?’.

Aku segera beranjak dari tempat dudukku dan mengindahkan sms dari Dika. Ingin rasanya memencet tombol reply dan menanyakan kabarnya juga. Sudah beberapa hari ini aku dan dia tak saling memberi kabar, entahlah ada gerangan apa yang membuat kami menjadi seperti ini. Hal yang membuatku semakin tak mengerti adalah aku semakin merindukannya. “Siapa ra? kok kamu kayak bingung gitu sih? masalah kerjaan lagi ya?” shinta memandangku dengan penasaran. Aku tak pernah bercerita mengenai Dika kepadanya, memang Shinta adalah sahabatku namun kurasa ada hal yang tak perlu ia ketahui. Ingin sekali aku bercerita padanya dan menanyakan pendapatnya mengenai permasalahanku ini, namun mengingat dia juga sedang bersedih hati akhirnya aku mengurungkan niatku untuk bercerita. “Temen ta, nanya kabar aja.”

Disepanjang perjalanan menuju rumah, pikiranku menuju pada Dika. Berkali-kali ku pandangi isi sms tersebut, singkat namun membuat hatiku gelisah. Ada keinginan untuk membalas pesan tersebut namun ada sisi yang mengatakan tidak boleh. Aku menghela nafas dan aku hapus sms tersebut. Handphone ku kembali berdering,‘Ra, Thanks ya dah jadi sahabat aku dan mau mendengarkan uneg-uneg aku. Aku juga harus bisa jadi tough girl kayak kamu J’. Ku pikir Dika yang mengirim sms, ternyata Shinta. Aku pun segera membalas pesan dari Shinta, ‘Aku akan slalu berusaha untuk terus ada di sisi kamu kapan pun kamu membutuhkan aku ta. Hayoo.. masih banyak pria di luar sana yang ngantri buat kamu J. Dunia tidak akan berhenti berputar kok saat kamu kehilangan dia. Be strong ok?! btw, lain kali nyoba ekspreso yuk’. Bunyi sms masuk pun berbunyi kembali;

 

bersambung..

November 24, 2008

Kisah Pagi yang aneh

Filed under: perjalanan — withsmile @ 9:28 am

Senin, 24 November 2008

Pagi ini ku bangun lebih cepat dari biasanya, aku mendengar suara rintikan hujan ternyata pagi ini aku di sambut dengan hujan. Aku segera bergegas memulai hari dengan semangat dan tanpa keluhan, dengan doa, senyuman dan hati yang tulus cukup buatku untuk mengawali hari senin ini. Aku berangkat ke kantor 10 menit lebih cepat, memakai payung berwarna hijau. Aku cukup menikmati setiap perjalanan kekantor sambil di temani ocehan si penyiar radio kesayangan gw (Panda, Desta dan Daging). Perjalanan terasa cukup lancar sampai di Hek, namun keluar dari Hek ternyata macet total (didaerah kramat jati). Ku pikir hal itu adalah wajar, mengingat daerah ini adalah daerah yang banyak sekolah dan terdapat pasar pagi kramat jati yang menggelar dagangannya di jalan-jalan kramat jati. Ok, aku memang sedang berfikir positif untuk segala kejadian yang sedang aku alami, namun kok macet total ya.. Tidak ada mobil yang gerak sama sekali.

Aku mulai panik, ternyata jam menunjukkan pukul 7.30 dan aku masih berada di daerah kramat jati. Biasanya jam 7.00 aku sudah berada di daerah matraman. Si supir angkot pun mulai nampak gelisah, dia memintaku untuk turun dan pindah ke angkot lain karena dia ingin putar balik mobilnya. Begini pembicaraannya;

Supir: Neng, turun disini aja lah, abang mau putar balik.

Mia: Yah.. ya udah deh bang, saya ikutan putar balik.

Supir: Ok.

 

 

Aku pun segera berfikir: Waduh, kalo mau putar balik gw akan ke arah mana nih.. masa naik taksi lagi. kemarin kan waktu gw naik taksi mahal banget 150ribu boo.. akhir bulan pula, jatuh miskin gw kalo naik taksi lagi ke kantor.

Ok, aku harus berfikir.. Aku melihat kopaja 57 di depan angkot yang ku naikki. Tanpa pikir panjang pun, akhirnya aku turun dari angkot dan menaiki kopaja tersebut dan berfikir lebih baik aku ke kalibata untuk naik kereta. Tapi ternyata itu bukan jawaban dari permasalahan macet ini karena aku masih berada di jalan macet yang mobil-mobilnya tak gerak sama sekali. Si kenek kopaja pun memnta ongkos dari ku. Ugghh.. padahal kopaja nya pun belum jalan sama sekali, akhirnya aku belum memberi ongkosku karena pikirku aku akan memberi ongkosku jika aku sudah keluar dari kemacetan yang menggila ini. Aku mulai panik karena kopaja nya tidak gerak sama sekali, selintas aku melihat keluar kopaja dan aku melihat pangkalan ojek. Dalam hatiku berkata: kayaknya lebih baik naik ojek ke kalibata deh. Akhirnya aku turun kopaja dan memberi ongkos Rp. 1000,. (padahal kopajanya tak jalan sama sekali, alias aku hanya numpang berdiri di kopaja tersebut).

 

Aku segera menghampiri motor di dekat pangkalan ojek tersebut dan segera menaikinya;

Mia: Pak, ke stasiun kalibata ya (aku sudah berada di boncengan motor tersebut)

Bpk: Wah neng, saya bukan ojek. Semua tukang ojeknya lagi pada narik neng, tunggu aja disana neng.

Upss..salah naik, malu-maluin aja. Aku pun segera turun dan meminta maaf sambil tertawa dalam hati. Akhirnya si tukang ojeknya pun datang, namun ternyata ada seorang gadis berpakaian seragam sekolah yang juga sedang menunggu ojek. Ketika aku ingin menaiki ojek tersebut si gadis berkata, “pak gak ada lagi ya ojeknya?” wajahnya memelas. Aku tahu dia pasti terlambat pergi ke sekolah, akhirnya kuberikan tukang ojekku untuk ia naiki. Hufff… nunggu ojek lagi deh. Setelah cukup lama menunggu, si tukang ojek pun datang.

Mia: “Pak, stasiun kalibata ya”

Pak Ojek:”ok neng, terlambat ngantor ya neng?”

Mia: “Iya nih pak, telat banget”

Pak Ojek: “emang kantornya dimana neng?”

Mia: “Di daerah kota pak, bapak rumahnya dimana?”

Pak Ojek: “Jauh juga ya neng, bapak rumahnya di daerah condet neng”

Pak Ojek: “Pernah lewat sini gak neng?”

Aku sama sekali tak pernah melewati jalan yang dilewati si pak ojek tersebut, namun ada  ketakutan tertentu jika aku menjawab tidak pernah melewati jalan ini (baca: takut diculik, hehe).

Mia: “Humm.. kayaknya sih pernah pak, tapi gak hafal jalan pak.”

Pak ojek: “minggu lalu disini banjir sampai sepaha lho neng, waktu bulan februari kemarin banjir sampai seatap itu neng” (sambil menunjuk atap sebuah rumah).

Mia: “ooo.. di daerah ini sering kena banjir ya pak”

Pak ojek: “iya neng,parah banjirnya”

Singkat cerita di sepanjang perjalanan aku dan si tukang ojek banyak ngobrol-ngobrol. Lumayan meringankan beban dan kekesalanku di pagi hari ini. Setelah sampai di stasiun kalibata, aku segera membeli tiket,

Mia: “Pak ke kota yang paling cepat kreta yang mana pak?”

Si tiketing stasiun: “Nih yang ekonomi biasa sedang menuju kesini mbak. hati-hati itu kalungnya mbak”. Akhirnya aku membeli tiket kreta ekonomi biasa Rp. 1000,. untukku tidak masalah untuk naik kreta ekonomi, yang terpenting aku bisa sampai ke kantor. Kereta pun berhenti dan aku segera menaikinya, kereta yang sangat padat dan berjubel orang-orang didalamnya dengan berbagai tujuan masing-masing. Bermandikan keringat dan saling sikut menyikut mencari ruang gerak yang kosong.  Singkat cerita akhirnya aku sampai ke stasiun yang aku tuju walaupun beberapa kali kereta tersebut berhenti cukup lama dan membuatku sangat gregetan dan panik.

Aku cukup menghela nafas akhirnya aku bisa sampai di stasiun tujuan dengan selamat walaupun waktu menunjukkan pukul 9.00. Uppsss… aku sudah telat 45 menit dan aku harus segera bergegas menuju kantor. Keluar dari pintu stasiun, hilir mudik pejalan kaki, angkot-angkot, sepeda onthel dan bajaj berseliweran disana-sini. Bunyi klakson terdengar bersahut-sahutan menambah hiruk pikuknya jakarta. Hujan sudah berhenti, namun banyak genangan air disana-sini. Aku berjalan kaki menuju kantor, dengan tergesa-gesa aku menyebrang jalan dan berjalan menuju trotoar. Ketika aku berjalan di trotoar, dengan seketika sebuah angkot melaju kencang di hadapanku dan melindas genangan air yang kotor. Alhasil aku terkena semburan air kotor tersebut dan mengotori hampir seluruh pakaianku. Arrgghhh.. pagi yang sangat menyebalkan dan membuat panas hati. Ingin rasanya aku berteriak kepada si supir yang mengotori pakaianku, namun aku malah tertawa dalam hatiku dan berkata; apa lagi kejadian yang ada didepan sana ya Tuhan? kebpdohan apa yang nanti aku alami.huffff.

Oke, pakaian ku memang kotor, untung aku memakai jaket anti air sehingga pakaianku tidak begitu kotor, hanya celanaku saja yang terkena cipratan air kotor tersebut. Humm.. pasang tampang yang paling manis saja lah untuk menghadapi sisa hari ini. Aku memperlambat jalanku dan memandangi keramaian pagi di jakarta ini, ketika aku melewati museum fatahilah seorang pria berteriak kepadaku “neng, terlamambat ya? gak teriak-teriak  lagi neng?”. Ughh.. ternyata sang bapak itu pernah melihatku berteriak-teriak di telepon tempo hari lalu, namun aku tetap memberikan senyumku padanya. Aku tak ingin apa yang aku alami pada hari ini membuat orang lain terkena imbasnya.

Oke.. tarik nafas pasang senyum yang paling manis dan anggap tidak terjadi apa-apa hari ini. Ketika aku membuka pintu, si resepsionis kantor berkata “Slamat siang.. Wahhh… Baguuuusss ya.. Makin peningkatan aja niih mba.” Humm… si sang resepsionis pun menyindirku.

Aku segera ke ruanganku dan ku pandangi wajahku yang aut-autan, rambut berantakan, pakaian kusut, celana kotor kena cipratan, entah apa yang nanti akan terjadi di sore nanti ketika ku pulang nanti.

hari yang sangat aneh.. namun setidaknya aku masih bisa memberikan senyumku pada setiap orang yang bertemu denganku dan tidak mendumel-dumel karena kejadian pagi ini. pagi yang aneh dan agak mengesalkan namun aku tak ingin merusak seluruh hariku dengan bersungut-sungut.

Oke.. berikan senyum dan sambut hari ini dengan semangat. Esok harus lebih baik dari hari ini, dan jangan sampai ada kebodohan-kebodohan terjadi di esok hari :)

Withsmile,

Mia

November 23, 2008

Bab 1

Filed under: Cerita Pendek — withsmile @ 12:31 pm

Bab I

“Banyak hal yang telah kita lalui, banyak cara yang telah kita tempuh, dan sudah berapa banyak waktumu terbuang sia-sia?

Hmmhh, banyak… banyak sekali..”

Itu adalah sepenggal kalimat dari buku harianku. Aku sering kali berfikir yang membuat aku terhenyak dan memikirkan apa yang telah dan akan terjadi pada diriku, pada dunia ini. Tanpa aku sadari, aku telah kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan apa rahasia dalam diriku. Ya.. banyak sekali rahasia dalam diriku, bahkan diriku sendiri tidak mau mentidakui itu adalah suatu rahasia, karena aku mencoba untuk menekannya dalam alam bawah sadarku.

“Ra, kamu lagi ngapain?”, aku tersentak kaget. “jangan ngelamun aja dong, nih tugasnya masih belum selesai”. “iya-iya”. Ira namaku. Setiap hari, menurut orang-orang yang berada disekitarku aku sering melamun, tapi entah apa yang sedang aku pikirkan.. aku juga tidak mengerti apa yang telah terjadi dalam otakku,, yang aku sadari adalah aku duduk dan memperhatikan banyak hal, memperhatikan pohon yang sedang berhembus, penghapus yang tiba-tiba jatuh, melihat dengan seksama cara berjalan orang atau bahkan hanya sekedar melihat lalat terbang. Apakah itu yang disebut melamun?

Aarrrrgghh.. aku kesal dengan diriku.. mengapa aku tidak boleh merasakan dan menghayati apa yang ada di sekeliling kita. Semua orang selalu bilang janga ngelamun, masih banyak hal yang harus dilakukan, Time is money. Huhh,, semuanya salahku. Ya,, semuanya.

“Ra, ayo beresin bukunya, habis ini kita ke toko buku ya! Ada yang mau dibeli”,

“yuk, aku jg mau lihat buku yang lagi new rilis” Sinta dan aku ke toko buku yang berada didekat sekolah kami dulu.

“klo diinget-inget ra, kamu tuh sering banget telat datang kesekolah dulu, pernah salah pake sepatu, tidak bawa dasi, kaos kaki belang, pokoknya lucu banget deh.” Sinta tertawa mengingat masa SMA kami dulu. “trus aku inget, kamu kan sering cabut sekolah trus cabutnya malah ke Dunkin.. Hahaha. Ada ada aja.”

Ya,, saat itu memang sangat menyenangkan, saat dimana aku bebas menentukan jati diriku.

Kami melewati Halte bus yang berada dekat dengan rumahku. Warna nsudah usang, banyak sekali coret-coretan ulah orang-orang tidak bermoral. Atapnya sudah banyak yang bolong disana-sini sehingga hanya sedikit tempat yang benar-benar aman untuk berteduh dikala turun hujan. Halte ini banyak kenangan yang tak terlupakan bagiku. Kenangan yang menyakitkan maupun yang menyenangkan. Halte ini pula yang mengawali perjumpaanku dengan Shinta, sehingga kami menjadi teman dekat.

“Aduh, maaf.. bener-bener tidak sengaja.” Ampun, aku menubruk orang yang tidak ku kenal disaat hari pertamaku masuk sekolah. “tidak kenapa-kenapa kan” orang itu memandang sinis sekali, wajar saja dia marah, aku bukan saja menubruknya tapi barang yang ia pegang ternyata pecah karena ulahku. “punya mata tidak sih, aku juga buru-buru tapi tidak sampe ngerusakin barang orang bisa kan?” wajahnya merah padam memandangku, penuh amarah. “bener-bener sory.. aku ganti deh, aku bener-bener tidak tau.”

“Jangan Sok bisa ganti deh, dan jangan ngerasa bisa ku maafkan gitu aja.”

“sorry.. please” dia memasang wajah marah dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi pada gelas kaca yang tadi dipegangnya itu. Gelas yang berukiran yang dibungkus oleh plastic bening dan diberi pita disana-sini. Aku rasa gelas itu adalah sebuah hadiah untuk seseorang. Bus yang ingin ku naiki pun datang, tapi permasalahan yang baru aku timbulkan belum selesai, Oke-Oke itu salahku dan aku harus menggantinya, tapi dia tetap saja memarahiku dengan seenaknya, padahal aku sudah dengan tulus hati untuk menggantinya. Oh My God apa yang harus aku lakukan? Oke lebih baik aku naik bus dulu, daripada nanti telat datang ke sekolah dihari pertamaku itu akan menjadi masalah besar lagi bagiku. “What??” Oh God apa lagi ini, ternyata Bus yang baru datang itu langsung pergi meninggalkanku, dan orang yang tadi memarahiku pun sudah tidak ada lagi, hanya kepingan gelas saja dibawah lantai halte tersebut yang tersisa. “Aduh gimana donk, bakalan telat nih, musti gimana donk? Arrrgggghhhh…, Some body help me please” wait a minute tadi aku ngapain aja sampai aku tidak sadar kalo bus itu pergi. “Oke aku masih punya tenaga buat mengejar itu bus, lagi pula belum terlalu jauh kok, ku rasa aku bisa ngejar bus itu. Mungkin aja nanti supirnya melihatku mengejar-ngejar bus trus dia segera memberhentikannya buat ku naiki.” kemudian aku berlari mengejar bus itu,, oh God apa yang lagi aku lakukan? Aku mengejar bus yang ternyata tidak berhenti-berhenti. “Woy.. Bus tunggu dong,, aku ketinggalan” yap aku mulai mempermalukan diriku, aku berlari sambil memanggil bus yang bisa dibilang udah mulai menjauh dari pandanganku. Aku berhenti dan terengah-engah, seragamku mulai basah oleh keringatku, rambutku acak-acakan sekarang. “Huh, gimana lagi sekarang? Naik angkot apa kalo mau kesekolah. Come on, apa lagi yang akan terjadi?” aku menarik nafas panjang dan mulai berfikir lagi apa yang harus ku lakukan agar aku tidak telat sampai disekolah, tapi itu tidak mungkin, 15 menit lagi sekolahku masuk. Dan perjalanan dari tempatku berdiri adalah 30 menit jika tidak macet dijalan-jalan tertentu yang biasanya pada jam pergi kerja jalan tersebut sangat macet. “Musti gimana ini?” Bodoh! Aku berkata kediriku sendiri, jika aku kebanyakan berfikir terus tanpa melakukan apa-apa aku malah membuang waktu yang sebenarnya bisa aku lakukan sesuatu, dan aku sudah berfikir 3 menit. “Waktunya aksi”. Aku mulai menghentikan sebuah angkot yang berwarna hijau, “Pak, kalo ke SMU Harapan Bangsa bisa naik angkot ini tidak?” aku mulai memberanikan diri bertanya ke supir angkot itu yang menurutku tampangnya sangat menyeramkan. Tapi tak apalah yang penting bisa sampai sekolah. “Walah neng, tidak ada angkot yang kesana. Biasanya ada Bus yang lewat situ neng, tapi jam segini mah dah berangkat”. “Selain Bus itu ada tidak pak?” “ Wah kayaknya sih tidak ada Neng, Kalo mau berhentikan saja mobil-mobil pribadi Neng, soalnya sekolah itu kawasan elite jadi tidak mungkin ada angkot yang lewat situ”. Come on, aku sekolah dikawasan yang lingkungannya elite tapi aku? Aku bukan orang elite yang punya mobil yang bisa mengantarku kesekolah. Bisa bersekolah disitupun aku bersyukur sekali, bisa sekolah di sekolah favorite dan berkelas, padahal aku bukan deretan orang-orang berkelas diantara mereka. “Makasih ya Pak”, aku pun mulai putar otak lagi, oke aku sudah menghabiskan waktu 3 menit lagi buat bertanya ke pak Supir itu totalnya adalah 6 menit. Tinggal 9 menit lagi bel sekolah berbunyi. “Bego amat sih, kenapa tidak naik Ojek aja. Buat apa ada ojek kalo tidak digunakan?” akupun mulai mencari motor yang diperuntukkan transportasi ojek. “Come on masa sih didaerah ini tidak ada pangkalan ojek satu pun?” Apa yang harus aku lakukan? Arrrrgggghhhhh. Ok Ayo ra putar otak lagi cari jalan supaya bisa sampai ke sekolah. Kemudian entah mengapa tanganku pun refleks menghentikan mobil truk yang ada di jalan di depanku. Entah kenapa mobil itu pun berhenti dan supirnya pun sangat ramah tampaknya. Aku lalu mulai memberanikan diri untuk bertanya, “Pak lewat SMU Harapan Bangsa tidak pak?” “Wah kebetulan neng bapak lewat situ tapi tidak di kompleksnya neng, Cuma lewat jalan besarnya aja.” Thanks God, Ternyata aku dikasih jalan. “Tidak apa-apa Pak, boleh Numpang?” “Tentu, tapi dibelakang ya Neng, soalnya didepan dah tidak muat lagi.” “Tidak apa-apa pak, yang penting saya nyampe kesekolah.” Supir truk itu lalu mulai meminggirkan truknya dan mulai membukakan bak truknya. Oh God, ternyata tidak semulus yang aku pikirkan, truk itu bau sekali, ternyata truk pengangkut sampah. “Ok kenapa tidak, daripada terlambat dihari pertamaku sekolah. Lagipula sampahnya tidak begitu banyak ko” aku ngedumel pelan. Akupun menaiki bak truk itu sambil menutup hidungku yang tak tahan bau-bau sampah itu. “oke tadi aku hanya menghibur diriku, sampah-sampah ini ternyata lebih bau daripada pembuangan sampahnya sekalipun.” Aku mual sekali, duduk saja tidak bisa, mengapa pak supir ini dengan tega hati membawaku naik ke tempat samapah ini. Oke mungkin maksudnya baik agar aku bisa sampai sekolah, tapi mengapa tidak mengatakan bahwa ini adalah truk pengangkutan sampah. Arrrggghhhh apa yang akan terjadi nanti? Apakah ini hari sial ku. Padahal sebelum aku berangkat sekolah, aku berfikir kalo nanti pasti aku akan sangat senang sekali tapi ternyata… “Ayo ra positif thinking, jangan ngedumel aja. Yang pentingkan bisa sampai kesekolah.”

Mobil truk itu pun berhenti. “Neng, dah nyampe nih.” Aku lalu turun dan mengucapkan terimakasih. Tak lama kemudian truk tersebut menjauh dari hadapanku.

Pendek cerita aku sampai sekolah, tapi acara upacara senin sudah selesai dan semua siswa sudah mulai bubar masuk ke ruang kelas masing-masing. Oke, siap pasang aksi yang paling manis untuk ketemu dengan teman-teman baru, tapi ada hal yang aku lupakan yaitu aku tidak tahu aku masuk kelas yang mana. Maklum kelas 1 di sekolah itu ada banyak sekali. Aku melihat sekelilingku dan aku tak melihat satu pun orang yang aku kenal, akhirnya aku hanya mengikuti salah satu rombongan yang menaiki salah satu tangga sekolah. Dalam hatiku berkata “bodo amat lah, yang penting masuk kelas dulu”. Akhirnya aku memasuki kelas yang tidak aku kenal sama sekali, orang-orangnya pun tak ada yang aku kenal. Aku memilih bangku ketiga dari depan sebelah kanan dan berharap ada orang yang mau menghampiriku untuk duduk bersama ku, dan ternyata gadis yang aku tabrak tadi pagi duduk disebelahku sambil melihatku dengan curiga. Kami hanya diam saja, dan aku pun mulai berkenalan dengan teman-teman lainnya. Saatnya absent tiba.. tapi kok namaku tidak ada ya? huhhh.. salah masuk kelas ternyata. Kakak kelas yang mengabsen menanyakan siapa yang belum di absent, dan hanya aku seorang yang mengacungkan tangan. Semua mata melihatku dan mengrenyit, mungkin dalam pikran mereka darimanakah gadis aneh yang tidak ada dalam absensi kelas. Aku sudah menyadari kalo aku salah masuk kelas pada hari itu, namun aku tetap saja tidak beranjak dari kelas itu dan mencari dimana kelasku berada. Kurasa tidak ada salahnya untuk mencoba berkenalan dengan orang-orang baru, terutama dengan orang yang duduk di sebelahku ini yang sekarang menjadi sahabatku ;)

November 15, 2008

terimakasih pemuda pemudi Indonesia

Filed under: Uncategorized — withsmile @ 5:56 am

Dah sore.. ngantuk berat, capek, dan tubuh rasanya sudah mengeluh dan meminta untuk beristirahat. Tapi apa daya, pekerjaan belum selesai ditambah lagi direksi minta untuk diadakan meeting sore ini juga.. Huhhh.. pulangnya akan malam lagi nih.

Ga tau mau ngomong apa.. daripada ketiduran trus diliat ma direksi,, bisa dipecat gw.
Btw, semalam gw nonton music academia di balai kartini.. respon penontonnya bagus lho.. acaraya juga gak kalah bagus dengan konser2 yang harga tiketnya ga kuat buat kantong gw.. maklum dulu masih mahasiswa.

Acara ini lumayan menginspirasi lho.. untuk kita terus berkarya dan memajukan bangsa kita ini. Persembahan konser yang harga tiketnya terbilang murah (gw aja sampe gak percaya) memang dipersembahkan buat kita semua dari berbagai kalangan. Gw salut buat orang-orang yang pernah mempersembahkan sesuatu buat bangsa ini.. Hayoo.. kita harus menjadi bagian orang-orang berkontribusi bagi bangsa kita ini. Kita harus bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk terus maju berkarya bagi Indonesia. Kita harus bergerak dan jangan jadi penonton aja dan pengkrtitisi aja. Go Indonesia!!

Terimakasih Pemuda dan Pemudi Indonesia.

Withsmile,
Miyu

transjakarta section 1

Filed under: Uncategorized — Tags: — withsmile @ 5:16 am

Suatu sore, setelah pulang kantor gw pulang naik transjakarta. gw berada di shalter bus kira2 jam 5.20. sepuluh menit kemudian shalter bus tersebut pun penuh sesak sedangkan si bus belum juga datang. setengah jam berlalu.. ternyata bus transjakarta belum ada yang lewat satu pun. Kira kira jam 6 lewat baru deh datang 1 bus. Semua orang saling dorong mendorong, sikut menyikut supaya bisa masuk ke bus. Alhasil gw bisa masuk bus dengan sangat penuh sesak.

Di tengah jalan, ternyata AC bus mati. kami semua gak menyadari hal itu.. yah gw pikir karena penuh orang makanya agak sesak udaranya. setelah hampir setengah perjalanan, orang-orang makin banyak yang memasuki bus itu walaupun si supir tau kalo itu bus dah penuh sesak. mulailah orang2 bermandikan keringat, dan semua kepala menengadah keatas mencari udara.. tapi ternyata.. begitu sesak dan pengap dan gw udah hampir gak bisa nafas.

ditengah orang2 berusaha menghirup nafas di padatnya trans jakarta, kami mulai menyadari kalo ternyata AC mati dan orang2 mulai teriak2 untuk di bukakan pintu. bahkan ada orang yang mau mecahin kaca pake alat yang ada di dekat kaca bus. di tengah orang berteriak2 dan menggedor jendela bus.. ternyata ada copet. Huhhh.. kenapa pake mengambil kesempatan di dalam kesempitan trans jakarta.

Kalo 10 menit si supir gak buka pintu juga, mungkin kami semua akan pingsan. Tapi yang membuat gw heran, kenapa si supir gak cekatan untuk membuka pintu. kami sulit bernafas dalam waktu yang cukup lama. Akhirnya si supir berhenti di shelter central senen, dan semua orang turun (padahal tujuan akhirnya itu kampung melayu). Ketika orang2 turun dari bus, semua orang menghirup udara dengan semaksimal mungkin dan mengucapkan terimaksih.

Gw pun sangat lega karena gw akhirnya bisa menghirup udara dengan puas kembali.
Gw cuma bisa bersyukur, masih diberi kesempatan untuk menghirup udara dengan puas dan sebebasnya. Yah semoga aja kejadian di transjakarta ini gak terjadi lagi, biarlah ini jadi masukan buat para pengelola trans jakarta untuk lebih memperhatikan keadaan si bus nya itu sendri

Thanx God.

Filed under: Uncategorized — withsmile @ 3:34 am

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
(wikipedia,2008)

Menurut ku cinta adalah suatu perasaan dan dapat terlihat dari bentuk perilaku seseorang. Cinta ku hanya sepanjang bentangan kedua lenganku.. begitu pendek.. hanya untuk sekedar dapat menerima dia apa adanya, meraihnya, memeluk dan menggenggamnya agar cinta itu tak lari.
Dapat kupahami mengapa aku sulit untuk jatuh cinta.

Bagaimana pendapat kalian mengenai cinta?
Apa itu cinta?

June 30, 2008

Menemukan cinta yang jauh lebih indah

Filed under: Uncategorized — withsmile @ 6:36 am

Kita lahir dengan 2 mata di depan wajah kita, karena Kita tidak boleh selalu melihat kebelakang.

Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan dikiri kita, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari 2 buah sisi.

Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.

Qta dilahirkan dengan otak didalam tengkorak kepala kita, sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.

Dan apa yang anda pikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan

Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut, karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan

Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita.

Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam.

Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai, tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Biarlah cinta tanpa meminta balasan san kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.

NB: Halah… banyak banget tanda baca yang ga sepantasnya. kata “sehingga”, “karena”, “dan”, “namun”. dll itu gak boleh dibelakang titik dll (kata mas hari, pembimbing skripsiku). jadi inget pas ngerjain skripsi nih (masih sindrom mahasiswi yang lagi ngerjain skripsi)

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.